Halaman

Senin, 21 Januari 2013

cerita hari ini

Akan salah jika aku meninggalkanmu begitu saja. Kamu terlalu berharga buatku dalam beberapa waktu dekat ini. Dan, aku yakin untuk beberapa waktu lamanya nanti. Hari ini, kita bermasalah lagi :D Aku suka itu, memungkinkan aku untuk bisa buktiin bahwa aku adalah pacar yang baik hati *senyum bangga :)))
Setiap orang adalah hasil tempaan yang berbeda, aku, kamu, mereka, adalah pribadi yang satu, namun berbeda. Aku belum cukup puas mengenalmu 5 bulan aku ingin lebih, dan mau lebih lagi, sampai aku bisa berkata “aku bosan dengan kehidupan ini!” Ngerti? Bukan aku bosan hidup bersamamu, tapi aku bosan dengan kehidupan ini, aku ingin hidup yang baru, hidup yang lebih daripada ini. Dunia Alice mungkin, yang penuh misteri, atau dunia Harry Potter, yang penuh dengan sihir, atau dunia vampire...eh!jangan ding, ntar kita diburu lagi -,-
‘berdiskusi’ adalah waktu yang tepat untuk kita mengeluarkan wujud masing-masing, ya bukan?? Menarik nampaknya. Aku suka ‘diskusi’ denganmu, meskipun kamu keras kepala (dan aku yakin kekerasan-kepalamu itu bisa memecahkan kelapa sekalipun :o ). Aku nunggu kamu di sini, sampai kamu bisa mecahin kelapa itu, em bukan, maksudnya, sampai kamu bisa dengan jelas lagi bilang ‘AKU SAYANG KAMU’
 AA:* :* :*

My Jungle, 11 07 12, Aku akan sangat mencintai kamu


Nih, buat kamu :)

Selasa, 13 November 2012

hikmah qurban



                                               KEUTAMAAN DAN HIKMAH QURBAN



keutamaan dan hikmah qurbanSerial kedua kali ini membahas tentang pensyariatan udhiyah atau qurban, keutamaan dan hikmah dilaksanakan ibadah mulia tersebut. Namun perlu menjadi catatan penting di sini bahwa beberapa hadits yang menjelaskan keutamaan ibadah qurban adalah dho’if (lemah). Sudah cukup dengan hadits-hadits yang bersifat umum yang menunjukkan fadhilahnya. Pensyariatan Udhiyah
Udhiyah pada hari nahr (Idul Adha) disyariatkan berdasarkan beberapa dalil, di antaranya
,
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
Dirikanlah shalat dan berqurbanlah (an nahr).” (QS. Al Kautsar: 2). Di antara tafsiran ayat ini adalah “berqurbanlah pada hari raya Idul Adha (yaumun nahr)”. Tafsiran ini diriwayatkan dari ‘Ali bin Abi Tholhah dari Ibnu  ‘Abbas, juga menjadi pendapat ‘Atho’, Mujahid dan jumhur (mayoritas) ulama.[1]
Dari sunnah terdapat riwayat dari Anas bin Malik, ia berkata
,
ضَحَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِكَبْشَيْنِ أَمْلَحَيْنِ أَقْرَنَيْنِ قَالَ وَرَأَيْتُهُ يَذْبَحُهُمَا بِيَدِهِ وَرَأَيْتُهُ وَاضِعًا قَدَمَهُ عَلَى 
صِفَاحِهِمَا قَالَ وَسَمَّى وَكَبَّرَ
Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam berkurban dengan dua ekor kambing kibasy putih yang telah tumbuh tanduknya. Anas berkata : “Aku melihat beliau menyembelih dua ekor kambing tersebut dengan tangan beliau sendiri. Aku melihat beliau menginjak kakinya di pangkal leher kambing itu. Beliau membaca basmalah dan takbir” (HR. Bukhari no. 5558 dan Muslim no. 1966).
Kaum muslimin pun bersepakat (berijma’) akan disyari’atkannya udhiyah.[2]
Udhiyah disyari’atkan pada tahun 2 Hijriyah. Tahun tersebut adalah tahun di mana disyari’atkannya shalat ‘iedain (Idul Fithri dan Idul Adha), juga tahun disyari’atkannya zakat maal.[3]
Keutamaan Udhiyah
Tak diragukan lagi, udhiyah adalah ibadah pada Allah dan pendekatan diri pada-Nya, juga dalam rangka mengikuti ajaran Nabi kita Muhammad -shallallahu ‘alaihi wa sallam-. Kaum muslimin sesudah beliau pun melestarikan ibadah mulia ini. Tidak ragu lagi ibadah ini adalah bagian dari syari’at Islam. Hukumnya adalah sunnah muakkad (yang amat dianjurkan) menurut mayoritas ulama. Ada beberapa hadits yang menerangkan fadhilah atau keutamaannya, namun tidak ada satu pun yang shahih. Ibnul ‘Arobi dalam ‘Aridhotil Ahwadzi (6: 288) berkata, “Tidak ada hadits shahih yang menerangkan keutamaan udhiyah. Segelintir orang meriwayatkan beberapa hadits yang ajiib (yang menakjubkan), namun tidak shahih.”[4]
Sejumlah hadits dho’if yang membicarakan keutamaan udhiyah,
عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « مَا عَمِلَ ابْنُ آدَمَ يَوْمَ النَّحْرِ عَمَلاً أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ هِرَاقَةِ دَمٍ وَإِنَّهُ لَيَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَظْلاَفِهَا وَأَشْعَارِهَا وَإِنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ عَلَى الأَرْضِ فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا »
Dari ‘Aisyah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah pada hari nahr manusia beramal suatu amalan yang lebih dicintai oleh Allah daripada mengalirkan darah dari hewan qurban. Ia akan datang pada hari kiamat dengan tanduk, kuku, rambut hewan qurban tersebut. Dan sungguh, darah tersebut akan sampai kepada (ridha) Allah sebelum tetesan darah tersebut jatuh ke bumi, maka bersihkanlah jiwa kalian dengan berkurban.” (HR. Ibnu Majah no. 3126 dan Tirmidiz no. 1493. Hadits ini adalah hadits yang dho’if kata Syaikh Al Albani)

عَنْ أَبِى دَاوُدَ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ قَالَ قَالَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا هَذِهِ الأَضَاحِىُّ قَالَ « سُنَّةُ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ ». قَالُوا فَمَا لَنَا فِيهَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « بِكُلِّ شَعَرَةٍ حَسَنَةٌ ». قَالُوا فَالصُّوفُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « بِكُلِّ شَعَرَةٍ مِنَ الصُّوفِ حَسَنَةٌ ».
Dari Abu Daud dari Zaid bin Arqam dia berkata, "Para sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah maksud dari hewan-hewan kurban seperti ini?" beliau bersabda: "Ini merupakan sunnah (ajaran) bapak kalian, Ibrahim." Mereka bertanya, "Wahai Rasulullah, lantas apa yang akan kami dapatkan dengannya?" beliau menjawab: "Setiap rambut terdapat kebaikan." Mereka berkata, "Bagaimana dengan bulu-bulunya wahai Rasulullah?" Beliau menjawab: "Dari setiap rambut pada bulu-bulunya terdapat suatu kebaikan." (HR. Ibnu Majah no. 3127. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini dho’if jiddan)[5]


Hikmah di Balik Menyembelih Qurban
Pertama: Bersyukur kepada Allah atas nikmat hayat (kehidupan) yang diberikan
.
Kedua: Menghidupkan ajaran Nabi Ibrahim –kholilullah (kekasih Allah)- ‘alaihis salaam yang ketika itu
 Allah memerintahkan beliau untuk menyembelih anak tercintanya sebagai tebusan yaitu Ismail ‘alaihis salaam ketika hari an nahr (Idul Adha).

Ketiga: Agar setiap mukmin mengingat kesabaran Nabi Ibrahim dan Isma’il ‘alaihimas salaam, yang ini membuahkan ketaatan pada Allah dan kecintaan pada-Nya lebih dari diri sendiri dan anak. Pengorbanan seperti inilah yang menyebabkan lepasnya cobaan sehingga Isma’il pun berubah menjadi seekor domba. Jika setiap mukmin mengingat  kisah ini, seharusnya mereka mencontoh dalam bersabar ketika melakukan ketaatan pada Allah dan seharusnya mereka mendahulukan kecintaan Allah dari hawa nafsu dan syahwatnya.[6]

Keempat: Ibadah qurban lebih baik daripada bersedekah dengan uang yang senilai dengan hewan qurban. Ibnul Qayyim berkata, “Penyembelihan yang dilakukan di waktu mulia lebih afdhol daripada sedekah senilai penyembelihan tersebut. Oleh karenanya jika seseorang bersedekah untuk menggantikan kewajiban penyembelihan pada manasik tamattu’ dan qiron meskipun dengan sedekah yang bernilai berlipat ganda, tentu tidak bisa menyamai keutamaan udhiyah.”[7]

Moga sajian ringkas ini semakin membuat kita bersemangat untuk melakukan ibadah yang mulia ini. Nantikan pembahasan serial ketiga mengenai hukum udhiyah atau qurban. Semoga Allah beri kemudahan dan kekuatan dalam beramal baik.

Senin, 01 Oktober 2012

cerita bersama ibu

Pada peringatan hari ibu, aku ingin sekali membelikan sesuatu untuk mamahku tercinta. Aku membelikan mukenah untuk mamahku, walaupun harganya tak seberapa tapi setidaknya aku bisa membuat mamahku sedikit merasa senang. yang kuberikan itu memang tak sebanding dengan pengorbanan mamah yang telah diberikan untukku. Mamah adalah segalanya bagiku, semoga saja aku bisa lebih membahagiakan mamahku, amin Yaa ALLAH ..
Mamah Ms my Everything

menengok orang sakit

menengok orang sakit
.,
3 tahun yang lalu, entah bulan apa saya sendiri juga lupa. Saya berniat menjenguk kerabat dekat saya yang harus dirawat di rumah sakit karena penyakitnya yang cukup serius. Karena sudah cukup sore dan khawatir bila jam kunjungan sudah habis, saya memutuskan langsung dari kantor menuju ke rumah sakit dengan tidak membawakan buah tangan untuk pasien maupun keluarga penunggu pasien. Tiba disana saya masih sempat berbasa basi sebentar dan harus segera meninggalkan ruangan karena jam besuk sudah usai dan sudah diusir oleh suster. Sebelum pergi, keluarga penunggu pasien membawakan saya satu dus (karton) yang berisi roti dan makanan dan katanya “dibawa saja, karena disini sudah banyak sekali, sayang kalau tidak ada yang makan”. Alasan yang tidak bisa ditolak, dan tanpa ragu ragu saya bawa pulang bungkusan itu.

hikmah romadhon

                                      -,.ramadhan sebagai training keistiqomahan

, momentum ramadhan yang penuh dengn amalan, dari pagi hingga malam hari mau tidur ,suka tidak suka akan membua seseorang untuk istiqomah dalam hari-hari selanjutnya
kita semua benar-benar menjadi orang sibuk di bulan ramadhan, bangun diawal harii untuk sholat malam dan sahur
disiang hari dihiasi dakwah dan tilawah dan malam hari dihiasi tarawih dan tadarus..
semuanya kita lakukan dalam sebulan penuh terus menerus
semangat beribadah kita begitu terpacu disaat bulan ramadhan
.,.. Nah, pada bulan berikutnya ketika semangat kita mulai melemah dan kita kelelahan, ada baiknya kita ingat kembalisemangat kita ketika ramadhan,
untuk kemudian bangkit, dan meneruskan amalan dengan kembali bersemangat

Senin, 24 September 2012

Puisi untuk Ibu


                                                   KAULAH MALAIKATKU

Walaupun hari ini bukan hari Ibu
Tetap akan ku ucapkan

I LOVE YOU MAH
Karena engkau pelita dalam kegelapan ku
Dan karena engkau malaikat di dunia ini
Kasihmu , cintamu , pelukanmu , dekapanmu
Bahkan kemarahanmu !!!
Itu semua untuk kebaikanku

I LOVE YOU MAH

Aku sayang mamah sampai kapanpun